Rabu, 31 Desember 2014

Hello 2015

Dear 2014.

Allah, terima kasih untuk segala berkah, anugerah dan rezeki yang Engkau berikan pada hamba dan keluarga hamba. Baik pengalaman indah maupun duka Engkau kuatkan hamba. Engkau kenalkan hamba pada cerita baru pengalaman baru teman baru tempat baru kegiatan baru rasa baru dan cara pikir baru yang membuat hamba semakin mensyukuri hidup yang Engkau anugerahi. Kesuksesan dan kegagalan selalu menjadi pelajaran berharga bagi hamba karena selalu ada hikmah indah yang Engkau iringi di dalamnya. Walau tidak seluruh resolusi tahun 2014 terpenuhi, tapi hamba menikmati setiap detik hidup yang hamba jalani. Terima kasih ya Allah,terima kasih 2014.

Dear 2015,
Selamat datang. Semoga kita bersahabat. Padamu aku titipkan cita dan cinta penuh harap agar Allah kabulkan. Biarkan pada tahunmu aku sempat melunaskan pekerjaan yang tertunda. Bersamamu aku akan melanjutkan kuliah S2 di UI atau S2 di luar negeri. Pada tahunmu juga aku tautkan harap agar bertemu jodoh hamba yang menjadi imam soleh bagi keluarga, dengan ikhlas karena Allah menikahi hamba, mencintai hamba, dan membimbing hamba. Di tahunmu juga bawa aku keliling daerah baru di Indonesia, pulau baru, pantai baru, gunung baru, kota baru, dan memori baru. Tambahkan rezekiku, mencukupi tabungan membeli mobil yang mempermudah perjalananku, menambah tabungan untuk keluarga kecilku nanti. Target gaji bertambah 3 juta dari gaji sekarang. Pada tahunmu ini juga jadikan aku pribadi yang semakin baik, semakin sholeha, khatam quran lebih sering, hafal ayat Alquran lebih banyak. Dan tetap, semoga kesehatan mama papa adik abang om tante sepupu ponakan kerabat sabahat dan diri sendiri tetap dalam kondisi sehat walafiat. Lets makes memories, lets be best friend 2015. Welcoming, honey :)

Minggu, 21 Desember 2014

JT356 CKG-PDG

Pantas, kepercayaan orang terhadap Lion Air belum pulih juga. Belakangan berpikir bahwa Lion Air semakin bagus pelayanannya terutama dalam hal ketepatan waktu. Ternyata jackpot, delay 1,5 jam dong. What!!!
Delay 1,5 jam itu pun belum pasti, bisa lagi lebih lama. Lelah capek ngantuk laper cuma disogok pake 1 buah roti. Aiiiih..
Selain masalah waktu, masalah kebersihan ruang tunggu juga memprihatinkan. Tulisan guede "kawasan tanpa asap rokok" malah jadi pusat gumpalan asap yg menyebalkan itu. Entah masalah moral atau masalah mata yg ga bisa baca petunjuk, yang pasti perilaku tersebut ganggu!!! Selain itu masalah sampah bikin gatal mata. Ini boarding room atau terminal bus, joroknya kebangetan. Tong sampah gede udah disiapin loh tapi tetep aja makhluk-makhluk planet ini cecerin sampah kacang, bungkus plastik, air mineral, sampe ada yg meludah di lantai, haiiikks, sungguh otaknya semua si dengkul.

JT356 cepatlah kita terbang menuju kampung halaman.

Sabtu, 20 Desember 2014

Makin tua makin membara

Semakin bertambah usia semakin bertambah emosi saya. Pepatah bilang semakin tua semakin bijaksana. Tapi berbeda dengan saya, semakin tua semakin mudah membara, mudah emosi, kesal dan marah.
Hal-hal kecil yang dulu tidak saya pedulikan tapi sekarang menjadi hal yang bisa membuat saya bermuram durja atau kesal berapi-api. Saya menjadi mudah murah atau kesal saat orang buang sampah sembarangan (apalagi yang buang sampah keluar jendela mobil di jalanan), orang nyerobot antrian, orang ngomong kasar sembarangan, orang bau (saya benci di sebelah orang bau, bikin emosi), sopir taxi salah jalan, macet, lihat demo, tukang ojek langganan tidak ada disaat sangat dibutuhkan bahkan bisa kesal kalau salah tawar harga (perempuan sekali). Tetap saja hanya bisa ngomel-ngomel sendiri tanpa berani mengungkapkan.
Hari ini saya kesal karena membeli makanan yang ongkos kirimnya sama dengan harga makanan. Aaah itu rasan 'what the h*ll', cuma beli frozen food dan cemilan murah tapi mahal pada ongkos kirim gara-gara kurirnya langsung kirim tanpa tanya-tanya dulu harga ongkirnya.
Sedangkan 3 minggu lalu saya pun terpaksa merelakan uang saya 390ribu karena salah pesan tiket untuk bos. Meeeen, saya belum gajian tapi udah harus keluar uang karena kebodohan.
Haaah kebodohan yang bertubi-tubi itu bikin lelah dan bangkrut. Kerja siang malam setiap hari bahkan weekend, tapi uang habis dijalan atau membayar hasil ketololan.
Tapi hanya emosi sesaat setelah itu hilang. But untuk gal-hal yang menyangkut merugikan finansial, hal itu bikin miris juga. Gaji ga seberapa, bukan anak siapa-siapa tapi pengeluaran bulanan bak anak gaul sejagat raya.
Selain ketololan, saya juga mudah mengeluarkan kata-kata kasar. Hari ini tiba-tiba nyeletuk 'anj*ng' saat ngobrol sama temen. Wow, bukan hal yang biasa keluar dari mulut saya.
Yap, saya memang gampang terpengaruh lingkungan. Dulu saya tidak suka menggunakan kata 'thanks' dan 'sorry' karena itu less meaning bagi saya, seperti tidak sungguh-sungguh. Jadi saya selalu menggunakan kata 'terima kasih' dan 'maaf'. Tapi sekarang saya seperti orang lainnya yang mulai terbiasa menggunakan thanks dan sorry.

Well, thanks

Senin, 15 Desember 2014

Daftar Rote Mengajar

Selamat Selasa Pagi.

Semalam saya mendaftar sebagai relawan di Rote Mengajar, salah satu hal yang dari dulu ingin saya lakukan tetapi selalu tertunda karena jebakan rutinitas pekerjaan.

Saya bukan orang yang pintar mengungkapkan perasaan dalam bentuk tulisan. Opps, bukan hanya dalam bentuk tulisan, tapi memang sulit mengungkapkan *haiss curcol*.
Waktu apply disuruh tulis motivasi dalam max 1000 characters. Bodohnya otak ini mikir 1000 kata. Jadilah mengarang indah, dan ternyata tidak terpakai juga. Daripada dihapus mending pindah kesini, sekalian menyimpan memori.

"Motivasi saya ikut Indonesia Mengajar khususnya Rote Mengajar adalah himbauan hati. Berkecimpung dalam Indonesia Mengajar bukan hal baru bagi saya walaupun saya tidak pernah menjadi PM. Tapi Indonesia Mengajar menginspirasi saya menjadi seseorang yang ikhlas berbuat baik terutama bagi pendidikan. Saya awalnya terlibat dalam Kelas Inspirasi, kemudian cukup aktif dan concern dengan kegiatan lainnya yang dilakukan Indonesia Mengajar.

Januari lalu saya pernah ke NTT selama 2 minggu untuk bekerja. Saya berbincang dengan masyarakat dan tokoh pendidik di NTT. Salah satu hal yang membuat saya pilu adalah masalah pendidikan di pulau NTT yang masih minim sentuhan pemerintah. Saya berbincang dengan seorang Bapak Tua, berkerah lusuh, berjalan lambat, yang tidak lain adalah Kepala Sekolah di SDK Kuka Unu,  salah satu sekolah dasar di Larantuka, Flores Timur. Saat berbincang dengan beliau, saya melihat jelas di matanya bagaimana ia tulus menyayangi dan memperhatikan murid-muridnya. Saya melihat raut wajah sedih saat ia bercerita mengenai masalah anak didiknya. Tapi tidak ada sedikitpun penyesalan terlihat dari raut wajahnya walaupun ia tidak digaji dengan layak sebagai Kepala Sekolah. Ia dengan tulus hati mengajar, dari hati untuk anak didiknya tercinta.

Berbagai masalah anak-anak ia ceritakan, mulai masalah perilaku hingga psikologis. Beliau bercerita mengenai masalah anak-anak yang ditinggalkan oleh orang tua mereka yang bekerja diluar negeri. Sumber pengetahuan yang minim membuat pola pikir mereka pun terbatas. Mereka tidak tahu mengenai profesi lain selain profesi idaman banyak orang seperti presiden, dokter, dan TKI.

Ya benar, TKI, Tenaga Kerja Indonesia. Tidak sedikit dari mereka yang berasal dari keluarga TKI. Lapangan pekerjaan yang sempit dan pengetahuan terbatas membuat mereka tidak bebas bercita-cita besar. Lingkungan mereka memberi contoh bahwa belajar setinggi apapun hanya akan menjadi TKI seperti ibu bapak dan tetangga mereka. Mereka terjerat pola pikir lingkungan yang tidak berkembang, “yang penting bisa makan”. Mereka tidak banyak tahu mengenai berbagai profesi yang ada. Sumber pengetahuan tidak sebanyak di kota, tidak segampang melihat televisi yang mana hidup mereka saat malam hari hanya ditemani sebatang lilin. Mereka tidak banyak mengenal profesi lain. Bukan hanya mereka tidak tahu profesi lain, bahkan mereka tidak memiliki buku layak untuk dibaca yang bisa mengembangkan pengetahuan mereka. Murid di SDK Kuka Unu hanya memiliki rak buku kecil yang diisi buku-buku hasil sumbangan orang-orang. Buku tersebut harus mereka baca bergantian. Rasa haus mereka akan pengetahuan tidak terpenuhi karena keterbatasan. Mereka perlu banyak dukungan dari banyak orang, perlu dorongan dan keyakinan akan hidup sukses selain hanya berprofesi sebagai TKI. Mereka harus bisa mengembangkan diri untuk kemajuan negeri agar masyarakat disana tidak lagi harus pergi menjadi TKI demi sesuap nasi. Mereka harus bisa menjadi generasi mandiri, mengembangkan daerah mereka sendiri dan menjadi terdepan dalam segala hal.

Lalu, hal inilah yang semakin mendorong saya untuk berjuang di bidang pendidikan. Pendidikan adalah kunci masa depan, kunci menjadi orang benar, kunci menjadi orang besar. Tidak ada orang yang terlahir bodoh, Tuhan membentuk manusia dengan kapasitas yang sama, lalu lingkungan lah yang membantu mengembangkannya.

Terlalu banyak hal yang perlu saya syukuri dari hidup, terlalu banyak kebaikan yang saya dapat, lalu saat ini lah waktunya saya berbagi rasa syukur dan kebaikan yang dihadiahkan Tuhan kepada saya. Saya hanya ingin menjadi orang yang berguna, berbagi sedikit kebaikan yang tidak sebanding dengan apa yang sudah saya terima. Saya ingin berbagi apapun yang saya bisa demi kemajuan mereka, anak bangsa.

Sedikit cerita saya memang tidak bisa menggambarkan keadaan pulau NTT secara keseluruhan, ataupun kondisi di Pulau Rote. Tapi saya yakin pulau Rote bisa mennginspirasi pulau-pulau lainnya untuk berkembang. Segala kebaikan dapat dimulai dari titik mana saja."

Salam cinta :)


Rabu, 24 September 2014

An early morning

Pagi.. kamis pagi.. it's still to early bagi saya yang malas bangun pagi kecuali jika ada kegiatan.
Saya duduk diam di atas kasur sambil menatap diri didepan cermin besar di lemari. Like usual, saya suka bercermin, ngobrol sendiri, cengar cengir sendiri.
Tidak ada yang istimewa pagi ini. Hanya sedang mencoba berbicara sendiri dan memberanikannya tertuang dalam bentuk  kata, tidak hanya disimpan dalam hati.
Tapi hanya tetap merasa do I need to talk about everything in social media? But, why not. Saya membuat ini bukan untuk dibaca orang lain, tapi untuk diri saya sendiri mengukur sudah sejauh mana perjalanan saya, pemikiran saya, perbuatan saya, yang mungkin menjadi lelucon di suatu hari nanti.
Yap, pagi ini satu film telah ditonton: 'baggage claim', oow dan ternyata masih jam setengah 9. Rekor rasanya bagi saya seorang kebo ini sudah menyelesaikan 1 film dan still at 8:30, wow. Bercerita sedikit mengenai film ini, seperti kembali berkaca pada diri. Aaah bener, ternyata saya wanita too ordinary sekali, mengharapkan kisah kisah romantis, mengharapkan orang yang sempurna, mencari menggali jauh, dan akhirnya sadar tidak ada yang sempurna. Klise, semua orang tau, gampang, but in real life mengapa setiap perbuatan masih saja berharap dan kecewa dengan ketidaksempurnaan. Bukan, bukan, bukan berarti saya orang yang gampang dan sering kecewa, hanya saja saya orang yang terlalu sering mengabaikan banyak hal sebagai antisipasi saya untuk tidak merasa kecewa. Menolak untuk kecewa membuat saya tidak mudah percaya akan rasa. Haiyaaa, pagi udah ngomongin kecewa, nanti malah dikira galau. Susah jaman sekarang, ngomong dikit dibilang curhat, kecewa dikit dibilang galau.
Ngobrolin yang enak aja deh. Tentang mimpi. Mimpi menjadi bidadari. *namanya juga mimpi*.
Tuh kan, kehabisan ide lagi harus ngomong apa. Sebelum semuanya benar-benar buyar karena saya mulai elus-elusan lagi dengan kasur, saya cerita sedikit mengenai mimpi. Tapi ini truth mimpi, dalam tidur, yang pernah dialami.
Saya orang yang selalu bermimpi ketika tidur. Tidur di kelas, dalam rapat, di atas angkutan umum, even just 2 minutes pun saya pasti bermimpi. Tapi ada mimpi-mimpi yang selalu berulang.
Mimpi jatuh mimpi kaget, mungkin biasa dan dialami banyak orang.
Tapi saya pernah beberapa kali bermimpi berada di dalam ruang putih bersih dan luas, tanpa batas, hanya seorang diri. Tanpa tahu harus apa, dimana, dan mengapa, saya hanya diam terpana. Sampai saat ini mimpi itu masih jelas seakan nyata tapi tak pernah mengerti maknanya. Maybe someday saya akan paham, karena pernah seorang teman mengatakan bahwa ada sesuatu mengenai mimpi saya ini. So, jika pun benar ada hal yang perlu saya pahami, semoga segera terjadi.
Then, ada lagi, mimpi yang dalam satu tahun terakhir ini selalu dengan tema yang sama: air. Apapun mimpi saya selalu dikaitkan dengan air. Laut, danau, sungai, dll sejenis perairan itu. Cerita berbeda, namun selalu ada salah satunya, dan paling sering muncul adalah sungai. Lagi lagi, tidak tau apa maknanya. Jika pun ada semoga ini pertanda baik.
Mengarang sedikit blog saja membutuhkan waktu almost an hour bagi saya. Berhubung saya dalam masa setengah jobless setengah bertugas, dan masih jam 9:30, masih berasa pagi, bantal-bantal mulai memanggil kembali, dan perut kosong harus ditahan sampai magrib nanti, saya cuss tidur lagi. Semoga cukup hanya 1 jam, karena saya ingin ke rs melihat baby Abrizan lagi.
See yaa diary :)

Random thought

Kamu tidak butuh menjadi kaya untuk merasa bersyukur.
Kamu tidak butuh menjadi miskin untuk merasa menderita.
Kamu tidak butuh menjadi cantik untuk merasa dipuja.
Kamu tidak butuh menjadi jelek untuk merasa dihina.
Kamu tidak butuh menjadi orang yang menyenangkan untuk disukai.
Kamu tidak butuh menjadi orang yang menyebalkan untuk dibenci.
Kamu tidak butuh menjadi orang pintar untuk dihargai.
Kamu tidak butuh menjadi orang bodoh untuk dijauhi.
Lalu, apa yang menjamin hidupmu?
Lalu, kapan kamu merasa sempurna?
Lalu, butuhkan Anda harta untuk menikmati hidup?
Kamu bisa merasakan segalanya, tanpa syarat

Jumat, 25 Oktober 2013

Judulnya sih penelitian, tapi ujung-ujungnya jalan-jalan dan kuliner.Aceh Lon Sayang

Hollaaa backgirl.. I'm coming back to dunia maya.. Keinginan untuk nulis sangat besar tapi saya ga ada bakat sama sekali, lebih suka cerewet di dunia nyata daripada maya. But, saya berasa sudah sangat ketinggalan dimana saat ini engga bocah ga remaja ga tua ga muda semua bisa mengekspresikan ide nya, pengalamannya, kisahnya, memorinya, dalam bentuk tulisan, then i'll do it too biar kisah saya engga lupa coz every single times of life sangat berharga bagi saya. 

Lagi-lagi of course kisah ini tentang travelling because i'm so in love all about travelling, go travel around the world, my wish, specially USA, Europe, and New Zealand..
My most wonderful travelling sudah saya ceritakan di awal, " Trip to Thai-Malay", unforgattable moments and partners. Next stories ada beberapa perjalanan saya baik dalam rangka jalan-jalan maupun kerja tapi jalan-jalan juga, so kerja saya adalah jalan-jalan 😁

Mari coba saya ingat kembali daftar panjang perjalanan saya di awal tahun 2012 hingga saat ini, *gaya bener kayak yg udah kemane2 aje*
Diawali dgn Trip edan ke Thailand dan Malaysia pada awal tahun 2012, then saya melanjutkan tugas mulia yaitu menyelesaikan skripsi. Lagi-lagi background utama kenapa saya ambil penelitian skripsi ini tidak lain dan tidak bukan adalah karena ingin jalan-jalan, Yes, penelitian ini akan ke Aceh. Walau biaya penelitian ini terbilang lumayan besar karena saya harus menanggung tiket perjalanan sendiri, itu tidak jadi masalah selagi saya bisa belajar dan mengenal indahnya daerah baru. Finally sampailah saya bersama Dina (rekan 1 payung skripsi) dan Mas Dicky (dosen super charming) di negeri Serambi Mekkah pada bulan April 2012.




Aceh itu negeri yang indah dengan masyarakatnya yang super ramah. Saya benar-benar dibantu kakak-kakak disana dalam pengambilan data. Sembari berkenalan dengan penduduk untuk mengambil data kuesioner dan wawancara, kami mendapatkan banyak pengalaman dan cerita baru. Dari pengalaman duka saat korban mengalami bencana tsunami 2004 lalu hingga cerita bahagia akan eloknya negeri Aceh yg banyak bisa kami kunjungi. Berkenalan dengan masyarakatnya, dijamu, dihargai, merupakan kebahagiaan tersendiri saat itu. Memang benar bahwa masyarakat Aceh itu berperilaku sesuai dengan filosofi bentuk rumah adatnya. Rumah adat yg besar dengan pintu kecil dibawah, masuknya harus menunduk, tapi sesampai di dalam akan kagum dengan luasnya. Sama hal nya dengan masyarakatnya, untuk awal akan tertutup namun setelah kita mendapatkan hatinya, segalanya akan diberikan kepada kita, begitu hebatnya keramahan mereka terhadap tamu.

Disela-sela pengambilan data tidak lupa kami menyempatkan diri mengeksplor Aceh, khususnya Banda Aceh saat itu. Saya bersama Dina meminjam motor rekan disana, kami pun bebas berkeliling dipandu oleh sebuah gps hp 😁
Tapi di hari lain, terkadang kami diajak jalan-jalan ditemani rekan-rekan disana. Kami sempat mengunjungi museum Tsunami, kapal tanker pln yg terdampar di darat, kapal yg terdampar diatas rumah penduduk, menikmati sore di pantai, jalan-jalan dan berfotoria di Pantai Lhoknga hingga wisata kuliner yg tak kunjung habis.



Mari diceritakan satu-persatu *sembari mengenang kembali*
First of all diajakin nongkrong di cafe pada malam hari, ngopi-ngopi santai dan bercengkrama. Ternyata kebiasaan masyarakat Aceh adalah ngopi dan berkumpul di warung kopi. Warung kopi menjadi tempat paling utama untuk segala kegiatan, dari yg sekadar kongkow-kongkow sampai meeting serius diadakan di warung kopi, jadi jangan kaget kalau warung kopi sangat menjamur di setiap sisi di Aceh.
Selain menyediakan kopi, makanan Aceh yg paling tersohor yaitu mie Aceh. Mie aceh ini memang ajaib enaknya, berhasil membuat saya naik berat badan 4kg selama disana. Mie aceh rebus, mie aceh goreng, mie rebus kepiting, mie goreng basah, dan lain sebagainya itu tetap juara nikmatnya. Bagi pecinta mie *seperti saya* kudu harus coba mie Aceh didaerahnya langsung. Kopi nya pun ga kalah gila enaknya, dari kopi susu, kopi tarik, dan kopi Sanger menjadi idola saya. 
Segala wisata kuliner puas saya nikmati disana, dari mie, kopi, kue khas Aceh seperti timpan, dll, ikan kayu, ikan goreng segar, mie warung Solong, hingga roti cane dan makanan mamak *ala India* lainnya berhasil membuat saya naik 4 kg dalam 10 hari, haha..
Tapi ada beberapa makanan yang tidak sempat kami nikmati yaitu Sup ikan Hiu dan Kari Kambing *ssstt, yg kabarnya Kari ini sangat enak karena ada ganjanya, ini cuma gosip loh, karena gosip itu kami kepengen nyoba, haha*.








Dari wisata kuliner sampai wisata jalan-jalan kami arungi, menikmati indah dan bersihnya pantai Lhoknga bikin hati tenang berada disana. Kemudian jalan-jalan seantero kota Banda Aceh sudah cukup membuat kami merasa betah berada disana. Disayangkan lagi, saat itu kami belum berkesempatan melanjutkan perjalanan ke Sabang. But, sabang akan menjadi destinasi berikutnya dalam list jalan-jalan saya, waiting for me Sabang 😘




Yaaa, saya rasa ide menulis saya telah habis untuk malam ini.
Next, akan saya sambung dengan cerita lainnya, dari Bojonegoro, Jogja, Surabaya, Bali, Semarang, Banjarnegara, Lampung, Baduy, Sukabumi, Garut, Lhokseumawe, Bandung hingga kembali ke tanah kelahiram tercinta, Padang. See yaaaa, see you when i see you 😘